08.00 - 16.00 WIB
081.326.350.313
081.326.350.313

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Babako-Babaki dalam Acara Pernikahan Minang

Friday, February 7th 2020.

Babako-Babaki dalam Acara Pernikahan Minang.Babaki merupakan bagian dari serangkaian tata adat dan cara pernikahan tradisional Minangkabau yang dilakukan oleh Bako. Sementara Bako sendiri ialah sebutan untuk seluruh keluarga pihak ayah. Manusia Laki laki yang lahir dari orang-orang yang menikahi wanita dari suku lain yang disebut Pusako anak / anak-anak pisang/anak ujung emas.

Babako-Babaki dalam Acara Pernikahan Minang

Minangkabau yang matrilineal kekerabatan sistem yang dianut, yaitu alur adalah di sisi ibunya. Oleh karena itu, keluarga ayah tidak terlalu terlibat atau berpartisipasi dalam kegiatan di lingkungan rumah anak Pusako.

Dalam kondisi normal, ada empat acara akan dibuat dalam Pusako kehidupan seorang anak secara eksklusif oleh Bako. Pertama, anak dalam aktivitas mandi atau memotong rambut anak pusako setelah lahir, pada pernikahan (babako-Babaki), setelah pengangkatan menjadi penghulu(laki laki), dan waktu kematiannya.

 

Dalam babako-Babaki acara, keluarga ayah datang dalam secara kelompok ke rumah pengantin wanita dengan berbagai hadiah(ubi rampe kalo adat jawa). Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kasih sayang dari keluarga ayah Pusako nya dan merasa bertanggung jawab.

Kegiatan ini dilakukan beberapa hari sebelum pernikahan berlangsung. Kebanyakan orang memakai babako secara bersamaan Minangkabau-Babaki dengan malam bainai malam di rumah calon pengantin wanita di malam hari. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya dan waktu untuk tetap efektif.

Menurut tradisi desa, anak-anak Pusako (wanita) untuk dikawinkan biasanya dipick up dulu oleh Bako dan diantar ke keluarga dari pihak ayah. Pengantin (Daro anak) menghabiskan malam malam terakhir di sana, di beberapa waktu akan menerima saran nasehat perkawinan,konseling rumah tangga oleh tertua dari keluarga ayah

Kegiatan ini juga harus diisi dengan acara seremonial bako untuk mendampingi anak pusako dengan sejumlah ninik mamak dan ibu yang membawa berbagai hadiah hantaran. Untuk menghidupkan acara seremonial, juga dapat menambahkan pemutar musik tradisional yang terdengar di seluruh prosesi.

Hantaran oleh oleh,hadiah,yang dibawakan oleh pihak keluarga ayah berisikan sirih komplit di dalam carano (sebagai kepala adat), nasi kuning singgang ayam (sebagai makanan adat), dan berbagai macam kebutuhan pribadi lainnya seperti pakaian, selimut sampai emas. Oleh oleh,hadiah dan Hantaran itu juga berisi bahan mentah yang digunakan guna persiapan pernikahan macam kayak beras, kelapa sampai hewan ternak yang akan disembelih seperti ayam atau kerbau. Tak luoa juga , makanan yang sudah ready untuk dimakan seperti lauk-pauk ataupun kue-kue sebagai cemilan setelah makan.Pada waktu dulu, oleh oleh hadiah hantaran dari bako ini juga lengkap dengan bibit tanaman merupan simbol modal perekonomian rumah tangga anak pusako kelak.

Dengan adanya prosesi tersebut, pihak keluarga ibu juga mempersiapkan rumah guna menyambut kedatangan pihak Bako pula. Dari penerimaan ke halaman rumah yang disambut tari gelombang,serta lengkap untuk dengan sedia berbagai hidangan khas pernikahan di rumah.Babako-Babaki dalam Acara Pernikahan Minang

New
Rp 85.000
New
Rp 85.000
New
Rp 85.000
New
Melati Solo Putri Mekar Ganda 3 Tibododo

5%

Rp 162.000 170.000
New
Melati Solo Putri Nan Menawan

4%

Rp 213.000 223.000
New
Rp 185.000

Cari Produk

Cek resi

Hubungi Kami

081.326.350.313
081.326.350.313

Pengiriman

Produk Bestseller