08.00 - 16.00 WIB
081.326.350.313
081.326.350.313

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Ketahui daya tarik yang unik Anda dari khas Batik Desa Bakaran Pati

Tuesday, January 28th 2020.

Ketahui daya tarik yang unik Anda dari khas Batik Desa Bakaran Pati.Batik dalam satu produk utama Kabupaten Pati. Apa yang membedakan tempat ini dengan Batik Pekalongan Batik, Solo, atau Lasem?

Ketahui daya tarik yang unik Anda dari khas Batik Desa Bakaran Pati

Batik Bakaran! Saya pertama kali mendengar nama batik, mungkin itu akan terhubung langsung dengan teknik pembakaran batik, mungkin sebagai batik, prin, atau topi. EITS, mereka salah, karena nama ini tampaknya terkait dengan lokasi pembuatan batik.

Yang mengatakan, batik Bakaran sudah ada sejak masa Majapahit, sekitar abad ke-14 Keberadaan batik tak lepas dari sosok seorang wanita bernama Nyi Banoewati, abdi dalem yang disajikan dibuat seragam tentara Kerajaan Majapahit.

Setelah, karena terperangkap pelukan Islam, melarikan diri. Pada saat itu kondisi kacau-kacau Majapahit dan perang tidak terelakkan. Nah, di jalankan, yang tinggal di Banoewati Nyi tanpa masjid mihrab di desa dibakar Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.

Di tempat tersebut, Nyi Banoewati berganti nama Nyai Ageng Sabirah. Dia adalah seorang ahli yang dikenal batik mulai mengajar proses warga setempat batik. Dari Bakaran Batik ini muncul. Dikenal sebagai Nyai Sabirah, orang juga disebut Nyai ditawarkan.

Alasan awal-Motif

Alasan pertama untuk Batik Sekar Jagat Sabirah diajarkan Nyai, Padas Gempal, Magel Ati dan Limaran diperkenalkan. Selain itu, juga menciptakan alasan khusus, yaitu Gandrung, terinspirasi oleh pertemuan dengan Joko Pakuwon Sabirah Nyai, kekasih.

Sejauh ini, setidaknya ada 22 motif klasik yang telah dipatenkan, yang ditandai dengan tiga warna utama, yaitu, hitam, putih, dan coklat. Sementara itu, untuk lebih kontemporer, tetapi juga membuat berbagai motif yang terinspirasi oleh flora, fauna, dan boneka, mengolesi lebih mengejutkan dan bervariasi.

“Proses Gagal” yang begitu karakteristik

kebohongan karakteristik batik terbakar hancur. Ketika dilihat sebagai garis tidak teratur dan titik, yang pola abstrak sebagai serat halus sebagai latar belakang. Jika pembuatan batik seperti di Yogya, Solo dan Pekalongan fraksi ini disebut proses gagal, maka Bakaran batik hanya untuk daya tarik utama

Proses pembuatan batik secara berurutan dibakar itu sendiri terdiri dari: ngirah, nyimplong, ngering, nerusi, nembok Medel, nyolet, mbironi, nyogo dan nglorod. Proses ini dilakukan secara manual itu. Setelah pasar yang siap untuk batik, batik biasanya dijual di beberapa kota di Jawa Tengah ke kota-kota lain di seluruh Indonesia.Ketahui daya tarik yang unik Anda dari khas Batik Desa Bakaran Pati

New
Rp 85.000
New
Rp 85.000
New
Rp 85.000
New
Melati Solo Putri Mekar Ganda 3 Tibododo

5%

Rp 162.000 170.000
New
Melati Solo Putri Nan Menawan

4%

Rp 213.000 223.000
New
Rp 185.000

Cari Produk

Cek resi

Hubungi Kami

081.326.350.313
081.326.350.313

Pengiriman

Produk Bestseller