fbpx
08.00 - 16.00 WIB
081.326.350.313
081.326.350.313

( pcs)
GambarBarangjmlBeratTotal
keranjang belanja anda kosong
00,00Rp 0
Menu

Sejarah Keris Bunga Melati Pengantin Pria Jawa

Friday, December 3rd 2021.

Sejarah Keris Bunga Melati Pengantin Pria JawaSejarah Keris Bunga Melati Pengantin Pria Jawa. Mungkin anda pernah melihat keris berkalung bunga melati yang dipakai oleh pria pengantin Jawa. inilah sejarahnya keris tersebut. Menurut babad tanah jawa, tradisi keris pengantin jawa itu berawal dari keris yang dimiliki Raden Harya Penangsang (aryo penangsang), adipati Jipang Panolan pada masa kerajaan Demak Bintoro di Jawa Tengah sekitar abad ke16.Sejarah nya, Raden Haryo Penangsang iyalah seseorang penguasa sekaligus pendekar sakti mandraguna tanpa tanding di tanah jawa. Namun Saat itu sang pendekar paling tanding ini terjebak oleh sifatnya yang terlalu keras dan pemarah (brangasan), Namun Saat itu dia bisa dikalahkan oleh seorang pendekar muda bernama Raden Sutawijaya, putra angkat Hadiwijaya alias Jaka Tingkir (joko tingkir), raja Demak.

Suatu hari terjadi perkelahian diatas kuda antara kedua pendekar sakti tersebut di daerah Bengawan Sore, Jawa Tengah. Aryo Penangsang menunggang kuda jantan yang bernama Gagak Rimang dan membawa keris sakti bernama Kyai Setan Kober, sedangkan Raden Sutawijaya menunggang kuda betina dengan membawa tombak sakti Kyai Pleret.

Di dalam pertarungan satu lawan satu itu Raden Aryo Penangsang Tertusuk tombak kyai pleret Yang di bawa oleh Raden Sutawijaya, dan akhirnya ususnya Terurai keluar. Namun Raden Arya penangsang dengan sigap mengalungkan uraian ususnya tersebut di keris yang terselip di pinggangnya dan meneruskan perkelahian dengan tangan kosong hingga Pada akhirnya Sutawijaya terdesak lalu berhasil ditaklukkan.

Sesuai tradisi pendekar berwatak jantan di tanah jawa, Raden Aryo Penangsang tidak mau menghabisi lawan nya dengan sembarang senjata, tapi harus memakai sesama senjata pusaka. Namun sayangnya disaat Raden Aryo Penangsang hendak mencabut keris pusaka yang ada di pinggangnya lalu menghabisi Raden Sutawijaya, ususnya yang terlilit di sarung keris terpotong oleh kerisnya sendiri hingga putus. Dan akhirnya Aryo Penangsang gugur dalam perkelahian tersebut.

Semua Pasukan Raden Aryo Penangsang maupun Pasukan Raden Sutawijaya yang menyaksikan perkelahian tersebut memberikan hormat atas kegagahan dan kejantanan Raden Aryo Penangsang. Bahkan pendekar Raden Sutawijaya beserta para punggawa juga memberikan hormat atas keteladanan Raden Aryo Penangsang.

Sebelum nafas terakhir di hembuskan, Raden Aryo Penangsang berwasiat kepada putranya yang ikut mendampinginya. jika kelak putranya jadi pengantin nanti agar mengalungkan bunga melati pada keris dan diselipkan di pinggangnya untuk mengenang ayahanda tercinta, serta untuk mewarisi kegagahan dan kejantanan ayahnya yang gagah berani. Bunga melati tersebut diibaratkan sebagai usus Raden Arya Penangsang yang diselipkan di sarung keris saat bertempur.

Nah Sejak saat itu dalam busana pengantin pria jawa pasti memakai keris berkalung bunga melati (ronce) yang diselipkan dipinggangnya. Tradisi ini tetap digunakan hingga sekarang.

New
Rp 47.000
Limited
Rp 275.000
New
Melati Solo Basahan Polos

2%

Rp 260.000 265.000
New
Rp 175.000
New
Melati Solo Putri Kantil Kuning

4%

Rp 255.000 265.000
New
Rp 200.000

Cari Produk

Cek resi

Hubungi Kami

081.326.350.313
081.326.350.313

Pengiriman

Produk Bestseller

Produk Terbaru